Rabu, 02 Oktober 2013

Coretan Tinta untuk BINTANGKU

Oleh Mustika Purnamasari

terpaku dalam hangatnya malam
tak dapat kulawan dengan jemariku
indah, sangat indah
hanya ba ha gi a ..

tak satupun kata yang mampu ku rangkai
bagai mimpi yang nyata
layaknya notasi warna kupu kupu terbang menuju pelangi
bahagia, sangat bahagia

a b c d terangkai menjadi satu ungkapan nyata
mampu mengindahkan hidup rembulan di kegelapan
menerangi indahnya dunia malam itu
semakin terang ... terang dan terang ..
bersinar di seputar jagat raya
seelok ketujuh warna yang tak mampu bersembunyi dari sinar mentari
tenang .. sangat tenang ....
sedikit menipu kehanyutan
melukis gumpalan cinta dalam kehidupanku
semua itu engkau
BINTANGKU !

Nyata Belum Tentu Indah




Kriiiinggg …. Bel berbunyi menunjukan tepat pukul 7.00 wita. Pagi itu Dina bangun dengan tergesah gesah sebab ada mata kuliah yang mulai pukul 8.00 wita.
“Aduuuhhh … jam 7 !!!! telat lagi ke kampusnya … “
Bergegaslah dia ke kamar mandi dan menyiapkan semuanya untuk berangkat ke kampus. Dina adalah anak pengusaha kaya yang cukup terkenal. Dia cantik dan cukup pintar tapi sayang kesombongan dari dirinya itu yang sangat sulit untuk dia kontrol.
Pada waktu yang sama Dewi juga berangkat ke kampus, biasanya Dewi berangkat bersama Dina tapi berhubung Dina terlambat jadi Dewi pergi sendiri walaupun belum dapat kabar dari Dina, tapi Dewi sudah tahu bahwa Dina pasti terlambat “lagi”.  Dewi adalah anak Pak Ardy yang bekerja sebagai satpam di kantor Ayah Dina. Dewi dan Dina adalah teman yang cukup dekat sejak SMA. Mereka akrab karena Dewi selalu mengajarkan materi-materi yang belum cukup dimengerti oleh Dina. Dewi memang sangat rendah hati dan lugu oleh karena itu Dina selalu memanfaatkan semuanya.
Pagi itu Dewi berangkat mengendarai sepedanya. Kendaraan yang dia miliki hanyalah sepeda sederhana yang biasa menemaninya ke kampus apabila Dina terlambat bangun. Dewi tinggal di sebuah kampung yang tidak jauh dari kota. Burung berkicauan dan embun pagi itu membuat suasana sangat nyaman untuk bersepeda.
Wi , tlg tnggu aku d parkiran yah .. sepertinya aku telat, aku gak berani masuk sndirian. Kamu gak mngkin tega liat aku diusir oleh Bu Dosen sendirian kan? Tlg aku!”
Lagi-lagi Dina memanfaatkan Dewi. Seperti biasa walaupun Dewi berangkat ke kampus lebih awal dia tetap ikut terlambat masuk kelas sebab Dina selalu melarang Dewi masuk kelas lebih dahulu bila dia terlambat. Dewi takut apabila Dina marah dan melaporkan apa yang dia lakukan ke Ayah Dina dan yang menjadi sasaran adalah Ayahnya sendiri.
oke, aku tnggu di tmpt biasa yah!”
Sudah 15 menit keterlambatan Dina tapi dia belum juga muncul sedangkan Bu Dosen sudah ada di kelas.
“aduh maaf yah Wi aku telat bangun”
“iya tidak apa-apa kok. Ayo kita ke kelas siapa tahu masi ada keringanan dari Bu Dosen”
Tapi saat itu dosen yang membawakan mata kuliah lumayan tegas dan sangat tidak menyukai apabila ada mahasiswa yang terlambat. Mau tidak mau mereka harus menerima hukuman dan keluar dari kelas.
“kita ke perpus aja yah Din” ajak Dewi memohon.
“gak ah, ke kantin aja. Aku laper banget nih.” Jawab Dina lebih memohon
“kalau begitu kamu ke kantin aja, sebentar aku nyusul”
“gak mau. Ikut aja! aku gak suka makan sendirian. Aku traktir deh …” Dina kembali memohon
            Seperti biasanya Dewi tidak bisa menolak. Dina memang orangnya tidak pelit tapi kesombongannya masih tetap awet. Merekapun berjalan ke kantin dan tidak sengaja bertemu dengan Budi.
“hai Budi, dari mana?” tanya Dina penasaran.
“aku dari rumah. Sebenarnya sih gak ada kuliah pagi tapi aku mau ke perpus dulu” jawab Budi.
“ke kantin aja dulu, aku taktir deh. Kamu pasti belum makan kan?” balas Dina memohon.
“gak usah Din, aku kenyang kok sudah sarapan dari rumah”
“temenin aku aja. Gak masalah kan?” Dina lebih memohon lagi.
Karena tidak tega akhirnya Budi menerima tawaran Dina yang sebenarnya Dewi sendiri saja sudah cukup untuk menemani Dina.
Budi adalah teman kampus mereka yang cukup tampan dan terkenal. Dina sangat menyukai Budi dan Dewi tau itu. Tapi disisi lain Dewi juga sebenarnya suka kepada Budi. Dewi selalu mengalah untuk Dina jadi apapun itu pasti Dewi selalu merelakan apapun untuk Dina meskipun itu tentang “CINTA”
            Budi anak dari keluarga yang cukup berada tapi dia tidak sekaya Dina. Tapi Budi cukup pintar. Dia merasa lebih senang berteman dengan Dewi dibanding Dina karena kemampuan Dewi yang cukup luas pada bidang pelajaran.
            “kamu mau makan apa Budi?” tanya Dina berharap menerima tawarannya untuk makan bersama walaupun di kantin kampus. “aku traktir deh, kamu boleh makan sepuasnya apapun yang kamu mau”. Lanjut Dina
            “aku sudah kenyang kok Din,” jawab Budi. “kamu aja Wi, kamu mau makan apa?” tanya Budi kepada Dewi.
            “iya, kalian makan apa aja gak masalah kok”. Tawar Dina kepada kedua temannya.
            “Aku mau ke perpus aja Din, kan ada Budi yang temani kamu. Aku lagi mau nyari buku soalnya” kata Dewi sambil berdiri dari kursi dan mulai berjalan ke kantin.
            “tunggu Wi!!!!” panggil Budi. “aku ikut yah. Aku juga lagi males banget di kantin”
            “eeehhhhh !!!! kalian mau kemana?” tanya Dina sambil berlari mengejar Budi dan Dewi. “siaaaalllll gagal lagi! Dewi sangat tidak mendukung !” kata Dina sambil marah.
            Dina juga mengikuti mereka ke perpustakaan. Dia sangat marah melihat keakraban Budi dan Dewi. Dina merasa sangat kecewa dan dikhianati oleh Dewi karena Dewi tau bahwa Dina sangat menyukai Budi. Padahal sebenarnya Budi lebih menyukai Dewi.
Sepulang di rumah Dewi mendapatkan sms dari Dina.
aku gak suka cara kamu yang kasar seperti itu. Aku mau kamu jauhin Budi kalau kamu masih mau kuliah!!!!!”
Dewi sangat terkejut membaca sms dari Dina.
Hari demi hari Dewi berusaha menjauhi Budi tapi Budi justru lebih mendekatkan diri kepada Dewi. Dan tetap saja Dewi tidak bisa menjauhinya. Dina sangat marah melihat keakraban mereka setiap harinya sehingga dia segera menelpon Ayahnya agar segera memecat Ayah Dewi dan memberhentikan kuliah Dewi.
“ayaaaahhh … aku gak mau tau ayah harus pecat Pak Ardy sekarang juga!!!” seruh Dina kepada Ayahnya.
“ada apa sayang? Ayah lagi di jalan. Pak Ardy memangnya salah apa?” tanya Ayah Dina.
“bukan pak Ardy tapi Dewi ayah ! dia ituuuu …….
Praaaakkkkkkkk … suara benturan keras terdengar di balik telpon genggam Dina. Tidak sengaja Ayah Dina kecelakaan. Dia menabrak pohon sangat keras dan mobilnya terbakar hingga meninggal dunia. Saat itu Ayah Dina memang sedang pusing karena masalah perusahaan dan saham keluarganya bangkrut.
Mendengar  kabar tersebut Dina menjadi frustasi sebab semua harta yang Ayahnya miliki disita oleh bank. Keluarganya jatuh bangkrut dan Dina hanya tinggal sendirian. Setelah kejadian itu Dina tinggal di rumah Dewi bersama Ayah Dewi.
Semenjak perusahaan Ayah Dina bangkrut Ayah Dewi bekerja di perusahaan Ayah Budi. Budi dan Dewi juga akhirnya pacaran karena Budi sudah sejak lama mengagumi Dewi. Dewi bukan Dina. Dina yang hanya menyombongkan kekayaannya yang tidak permanen dan itu belum tentu indah, tidak seperti Dewi yang walaupun dia pintar dia tetap rendah hati. Walaupun dia bukan orang kaya tapi dia senang berbagi.


Nb : Maaf sedikit rumit dan berlebihan. Cerpen ini dibuat secara dadakan dan dengan inspirasi yang sangat kurang :D

Selasa, 01 Oktober 2013

coretan


Ini bukan cerita biasa yang ku tulis pada layar komputerku. Saat ini aku sedang menikmati salah satu keindahan alam yang merupakan bukti kekuasaan Tuhan. Sudah lama sebenarnya aku ingin menulis sesuatu di tempat ini. Tempat yang mampu membuatku sedikit nyaman dengan beberapa problem yang kuhadapi.  
Di sini aku juga bersama salah satu orang yang membuatku cukup tenang bila bersamanya. Saat dia sedang menutup mata, saat seperti itu pula aku selalu berdoa agar bisa menikmati hidup bersamanya. Tapi saat ini aku juga sedang memikirkan dua orang yang merupakan emas bagiku. Dua orang yang selalu membuatku bahagia ketika melihat wajahnya, senyuman bahagianya kepadaku saat aku memberi salam dan membuka pintu rumah. Dua orang yang senantiasa menunggu kabarku, yang khawatir bila tidak mendengar suaraku, yang menggantungkan sejuta harapan kesuksesan kepadaku. Saat ini aku juga terbayang seorang yang selalu memberikanku contoh dalam setiap perjalanan hidupnya dulu. Yang setiap detik selalu membuatku rindu. Yang disetiap ungkapan doaku pasti ku sisipkan namanya dan kedua orang tuaku. Yang setiap hari selalu kukirimkan kado Al-fatihah untuknya. Sosok yang juga mengantungkan sejuta harapan untuk bisa membahagiakan orang tuaku. Yang menitipkan beberapa keinginan untuk ku. Aku tidak menganggap semua itu beban. Tapi ketika perasaan itu muncul aku selalu takut menjadi orang yang gagal untuk mereka.
Aku tidak mengerti dengan apa yang ada saat ini. Aku takut gagal! Dan beberapa tahun kedepan aku harus bisa menyelipkan title S.Psi, M.Psi di belakang namaku. Aku sendiri juga menggantungkan sejuta harapan kepada diriku sendiri. Dan seperti manusia secara umum optimis dan pesimis itu selalu ada di dalam diriku.
Teman, aku sedikit ingin mengajukan pertanyaan. Bagaimana yang kalian lakukan saat berada pada dua pilihan sulit? Dan saat kalian memilih salah satu dari kedua itu ternyata pilihan yang kalian pilih itu salah? Bagaimana ketika pilihan yang kalian pilih mengorbankan beberapa orang yang sangat penting bagi kalian? Ibu misalnya, ayah dan teman-teman kalian? Apakah kalian tidak merasa memiliki  bergumpal-gumpal beban, berton-ton pikiran yang membuat kalian selalu merasa bersalah?
hembusan angin di tempat ini, pepohonan hijau yang menyejukan hati, debu beterbangan, deras ombak di lautan membuatku semakin menggebuh-gebuhkan rasa syukur kepada sang kuasa. Teman, coba bayangkan kebahagiaan itu muncul ketika kalian bisa menikmati semua yang Tuhan beri. Tapi bagaimana bila kalian lemah dan tidak kuat menopang semuanya? Ketika saat ini kalian tidak sepenuhnya bisa menjadi pribadi kalian seperti biasanya?
Aku juga sebenarnya sedikit heran dengan semua itu. Tapi yang aku tahu saat ini aku tidak boleh mengeluh. Selalu menanamkan optimisme dalam diriku. Tetap bersykur dengan apa yang ada pada diriku saat ini, tetap terbuka dan tidak menutupi kekurangan dalam diriku. Dan yang terpenting suatu saat aku akan mendapatkan semua yang aku inginkan.

Senin, 30 September 2013

dirinya

sambil meneteskan air mata aku menulis sebuah catatan tentang "DIRINYA"

suatu ketika ku ingat akan dirinya. ku ingat waktu itu, kejadian itu, keadaan itu dan semuanya.
'DIA' yahh .. seorang yang sangat aku kagumi. seorang kakak dengan penuh kasih sayang nya, cinta nya, belaiannya, tuturkata nya, kesabaran nya, dan semuuuuuuaaaa yang membuat ku menyayangi nya dan dia takan TERGANTIKAN.

ingin rasanya memutar balikan waktu saat dia ada di samping ku, ingin menikmati semua fasilitas kasih sayang dari dirinya.
ku ingat waktu itu, saat bercanda bersama, tertawa bersama, hingga sedih pun bersama.
tak pernah sedikit pun dia menyakiti ku, membuat ku menangis atau apalah! dia seseorang yang sangat aku cintai dan sampai detik ini aku tidak pernah sekali pun bertemu sesorang seperti dirinya.

dia yang slalu membuat ku tertawa, menghibur ku saat sedih, menegurku ketika aku salah.
ingin rasa nya kembali seperti dulu!
sedikit meneteskan air mata bila mengingat saat bahagia itu. ingin aku merasakan pelukan hangat dari tubuhnya, merasakan kasih sayangnya, belaiannya, dan semua nya.
tak pernah sedikit pun dia mengeluh atas kenakalan ku, tak pernah dia membenci ku walaupun aku melukai hati nya. tak pernah dia marah, kasar , dan menyakiti ku hingga aku sakit sesakit sakitnya.

sering aku berkata kasar kepadanya bila dia marah kepada ku krn kenakalanku.
sering aku berbohong kpda orang tuaku tentang dirinya demi kepuasanku.
sering sekali aku menutup telinga bila dia menasehati ku krn kecerobohanku.
sering aku membanting pintu, melempar semua yang ada di depanku ke hadapannya bila dia tidak menuruti keinginanku.
TAPI? tak pernah sekalipun dia membenciku. dendam. membalas semuanya walaupun sedikit marah tapi itu tidak seberapa dibandingkan perbuatan ku kepadanya!
dia masih sempat tersenyum manis terhadapku! bahkan memanjakan diriku.

ku ingat setahun yang lalu saat dia telah berbaring kaku, lemah, dan tak bernyawa ! hanya terbungkus kain kafan putih bersih. yah itu adalah pakaiannya bertemu sang ilahi.
ku tatap sebuah tanah kuburan. dengan nisan bertuliskan "RAHMAT HIDAYAT. lahir 11-03-1989. wafat 17-12-2009"
subhanallah !! dia? kakak ku? kakak yang sampai sekarang masih ku nantikan sayangnya, cintanya, pelukannya, senyumannya! ingin sekali aku bertemu dengan nya walaupun hanya dalam mimpi sekedar untuk melepaskan rasa rinduku.

kak dengar aku!
aku rindu. aku butuh. aku cinta!
datangi aku, dekati aku, hibur aku dalam tidur malamku !
ku tunggu kau dalam mimpiku :*
satu permintaanku. beri aku senyuman termanis mu :* :)
ALWAYS MISS YOU BROTHER :*:*

only your love

"satu cinta dalam satu hati"

kalian mungkin sudah terlalu sering mendengar itu. tapi saya masi bertanya22 apa maksud dari "satu cinta dalam satu hati" ? memang cinta itu seperti apa? kenapa bisa ada di dalam hati? saya pikir hati itu adalah organ terpenting dalam tubuh yang berwana merah kegelapan yg terdiri atas darah dan beberapa senyawa sperti lemak dll. apa cinta itu bersenyawa ? terdiri atas H20? bersel dan mampu berkembang biak? bersifat genetik? dapat mewariskan sifat?
bagaimana cinta dapat menaklukan hati? menggunakan rumus apa?  trigonometri? lingkaran? integral? berpangkat berapa? mempunyai matriks? peluang nya berapa? dapat di kali atau d bagi?
bagaimana cinta masuk k dalam hati? menggunakan gaya ? vektor? apa hati bermassa? memiliki ruang? bergelombang? memiliki simpul? berapa usahanya ? kecepatan nya ? jarak bagi waktu? percepatannya bagaimana?
bagaimana cinta bisa bertahan di dalam hati? memang cinta bersifat asam atau basa? cinta itu merupakan larutan penyangga? PH nya berapa? cinta bisa d setarakan? bereaksi terhadap apa? air ? O2? H2? X2? bersifat padat , cair atau gas?

menurut saya cinta itu indah, hati bukan sekedar organ terpenting dalam tubuh tapi merupakan organ yang luar biasa sangat penting bagi aku dan kamu :D cinta itu bersenyawa kebahagiaan terdiri atas keceriaan dan tdk smua cinta yg mampu berkembang biak. cinta yg dapat berkembang biak hanya cinta mu dan hanya mampu berkembang biak di hatiku.
cinta mu dapat menaklukan hatiku tanpa menggunakan rumus apapun. cintamu d hati ku sangat berpangkat dan berpeluang besar. cinta mu untuk ku dapat d kali tapi tdk dapat di bagi :*
cinta kamu mampu masuk d hati ku menggunakan gaya kasih sayang, bermassa banyak dan sangat berat. tdk beruang dan usahanya sangat besar kecepatan nya sangat cepat tdk dapat d bagi jarak dan waktu
cinta kamu dapat bertahan di dalam hatiku, bersifat netral, berPH 7, merupakan larutan canda tawa. cinta mu tdk bisa d setarkan dan hanya dapat bereaksi terhadap hatiku. cinta mu bersifat permanen :D